Assalamualaikum wr.wb.
Bagaimana kabarnya teman-teman semua, semoga baik-baik saja ya teman-teman.
Kali ini saya akan membagikan informasi tentang Kebutuhan Nutrisi Pada Bayi, semoga informasi ini dapat memberikan pengetahuan untuk memenuhi gizi pada bayi dengan baik, karena pada bayi masa-masa penting di mana pertumbuhan anak berkembang dengan sangat pesat. Untuk mendapat informasi yang lebih banyak mari disimak:
Kebutuhan Nutrisi Pada Bayi
Seorang anak perlu menerima nutrisi yang mendukung perkembangan otak dan nutrisi pendukung pertumbuhan yang mencukupi. Nutrisi ini meliputi vitamin A, D, B6 dan B12, ditambah protein, asam lemak tak jenuh ganda, probiotik, prebiotik, serat, seng, besi, yodium, folat dan kolin. Nutrisi ini ditemukan secara alami dalam ASI dan makanan yang akan Anda perkenalkan selama tahun pertama kehidupan bayi Anda.
Kebutuhan gizi bayi usia 0-6 bulan
Air susu ibu (ASI) adalah makanan utama untuk memenuhi nutrisi bayi di enam bulan pertamanya atau disebut sebagai ASI eksklusif. Namun hebatnya, kebutuhan gizi harian untuk bayi dapat terpenuhi dengan baik meski hanya dari ASI saja. Jadi sebisa mungkin, pastikan bayi mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan penuh tanpa pemberian makanan dan minuman lainnya.
Karena refleks makan mereka yang belum sempurna, mereka tidak siap untuk makan makanan dalam bentuk apapun selain minum ASI/ susu formula. Dan saluran pencernaan bayi masih berkembang dan belum siap untuk makanan padat sampai usia sekitar enam bulan. Memang beberapa bayi menunjukkan tanda-tanda siap untuk menerima makanan padat lebih awal dari enam bulan.
Ada dua jenis tekstur ASI yang mesti diketahui ibu, yaitu hindmilk dan foremilk yang menandakan kandungan lemak di dalam susu. Hindmilk adalah ASI dengan tekstur kental yang biasanya keluar saat akhir menyusu. Semakin banyak jumlah hindmilk yang diperah, akan semakin banyak pula kandungan lemak di dalam ASI. Sementara foremilk adalah ASI yang keluar di awal menyusu. Foremilk yang ada di dalam ASI menandakan kandungan lemak yang rendah.
Kebutuhan gizi bayi usia 6-9 bulan
Begitu bayi Anda menunjukkan bahwa dia siap untuk makanan padat dan makanan tambahan, Anda dianjurkan untuk memberikan berbagai jenis makanan kepada sang bayi seperti sayuran dan buah-buahan yang dihaluskan, agar mereka dapat mengeksplor teksture maupun rasa dari setiap jenis makanan.
Namun perlu diingat bahwa makanan-makanan tersebut harus dibuat lunak atau lembek seperti bubur, karena sistem pencernaan dan mekanisme makan sang bayi masih dalam tahap perkembangan. Tiap jenis makanan sebaiknya diberikan sendiri dan tidak dikombinasikan dengan makanan lain setidaknya 3-4 hari sebelum Anda beralih ke makanan lain. Ini akan membantu Anda untuk menentukan apakah bayi Anda memiliki alergi makanan atau tidak.
Perlu diingat bahwa ASI masih merupakan bentuk nutrisi terpenting bagi bayi Anda saat ini. Lemak makanan yang ditemukan dalam ASI sangat penting untuk perkembangan otak dan kekebalan bayi, jadi makanan ini masih sangat penting, walaupun bayi Anda mulai menikmati makanan padat.
Kebutuhan gizi bayi usia 9-12 bulan
Dalam fase ini, bayi akan siap untuk makan makanan yang tidak dihaluskan, seperti kacang polong yang sudah dimasak, jagung dan potongan wortel, serta pasta atau potongan roti yang sudah dipotong. Dua makanan yang ingin Anda hindari sampai bayi berumur 12 bulan adalah madu dan kerang karena rentan terhadap infeksi.
Kebutuhan gizi bayi usia 12 bulan
Bayi sudah mengeksplor sebagian besar makanan dan dia sudah mulai bisa memberi makan dirinya sendiri dengan memasukan makanan ke mulutnya sendiri. Pada titik ini, bayi Anda bisa makan semuanya, termasuk madu dan kerang.
Cara Mencegah Gizi Buruk Bayi
- Memberikan ASI eksklusif
(hanya ASI) sampai anak berumur 6 bulan. Setelah itu, anak mulai dikenalkan dengan makanan tambahan sebagai pendamping ASI yang sesuai dengan tingkatan umur, lalu disapih setelah berumur 2 tahun.
- Anak diberikan makanan yang bervariasi
seimbang antara kandungan protein, lemak, vitamin dan mineralnya. Perbandingan komposisinya: untuk lemak minimal 10% dari total kalori yang dibutuhkan, sementara protein 12% dan sisanya karbohidrat.
- Rajin menimbang dan mengukur tinggi anak
dengan mengikuti program Posyandu. Cermati apakah pertumbuhan anak sesuai dengan standar di atas. Jika tidak sesuai, segera konsultasikan hal itu ke dokter.
Jika anak kekurangan gizi, maka segera berikan kalori yang tinggi dalam bentuk karbohidrat, lemak, dan gula. Sedangkan untuk proteinnya bisa diberikan setelah sumber-sumber kalori lainnya sudah terlihat mampu meningkatkan energi anak. Berikan pula suplemen mineral dan vitamin penting lainnya. Penanganan dini sering kali membuahkan hasil yang baik. Pada kondisi yang sudah berat, terapi bisa dilakukan dengan meningkatkan kondisi kesehatan secara umum.
Terimakasih kepada teman-teman semua yang sudah mampir ke blog saya, semoga materi-materi yang saya sampaikan dapat bermanfaat untuk temn-teman semua.
Wassalamualikum wr.wb
https://hellosehat.com/parenting/bayi/kebutuhan-gizi-bayi/#gref
https://www.honestdocs.id/gizi-dan-nutrisi-untuk-bayi
Terima kasih ilmunya sangat bermanfaat
BalasHapusilmunya sangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusMantappp kak makasih
BalasHapusNtapss
BalasHapusTerimakasih ilmunya kak
BalasHapusLanjutkan kak
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusTerima kasih ilmunya sangat bermanfaat
BalasHapus